ummi

Saat ini saya tidak bisa berhenti menangis. Saya tidak tahu bagaimana cara membagi kesedihan dengan orang lain. Siapa yang harus saya hubungi. Disajadah ini saya membagi kesedihan sekarang.

Saya merasa kesepian, menyesal, tidak tahu yang harus dilakukan. Bagaimana cara menggambarkan kesedihan ini sekarang. Saya masih terus teringat ibu saya. Dia yang begitu baik dalam hidup saya, menyayangi, mencintai saya dengan darahnya. Saya tetap tidak bisa melupakan bagaimana wajahnya saat terbaring di ICU, saat terakhir wajahnya masih dapat saya lihat. Diamnya, sakitnya.

Saya masih ingat betul bagaimana kafannya, bagaimana wajahnya, baunya, keringatnya, harumnya, letihnya, rambutnya, sahabat2nya, lauknya, nasi yang dibuatnya, selimutnya, kamarnya, pakaiannya, kasurnya, keinginanya, ceritanya, jalannya, bajunya, kerudungnya, tangisnya, sholatnyaa, laparnya, nafasnya, tangannya, kakinya, matanya, hidungnya, sajadahnya, tempat sholatnya, tasbihnya, qurannya, ekspresinya, tasnya, dompetnya, suaranya, semua tentang apa yang saya pikirkan hingga saya tidak tahu apa yang saya rasakan sekarang. Ya Allah.. Ya Allah.

Ya Allah, sekarang saya tahu betul mengapa banyak orang rela mati demi cinta. Begitu menyakitkan ya Allah. Begitu menyesakkan. Berbahagialah bagi siapapun yang masih beruntung dapat melihat ibunya sekarang. Dirumah, dikantor, dikampungnya. Percayalah, apapun yang mereka lakukan hanya untuk kita yang masih akan tetap menjadi bayi kecilnya hingga suatu saat nanti Allah berkehendak memanggilnya dan tidak ada satupun yang bisa kita lakukan selain menangis dan menyesal karena kesempatan untuk membalas semua kebaikannya telah habis.

Saya ingin sekali membagi perasaan ini bagi siapapun yang masih memiliki ibu disampingnya, perasaan yang membuat saya kesal sekali mendengar ada anak yang tidak menuruti ibunya. Kawan, sahabat, adik, kakak, saudara, atau siapapun yang membaca ini..kita tidak akan sadar bahwa begitu berharganya bisa memeluk orang yang melahirkan kita, setiap detik yang telah terlewati akan begitu menyisakkan kenangan yang sangat menyesakkan saat dia telah pergi. Semua perjuangan, prestasi, kerja keras, harta, jabatan, tidak akan pernah menjadikanmu orang dewasa di depan ibumu. Dia akan tetap menjadi ibu dan kita tetap menjadi bayi kecilnya. Yang menangis ketika dia pergi, menangis ketika kita lapar, menangis ketika kita haus, dia yang paling sedih saat kita jatuh, dia yang paling bahagia saat kita berprestasi, dia yang paling bahagia saat kita luus ujian, dia yang selalu mendoakan kita senakal apapun kita, setidakpatuh apapun, dia yang berusaha memberikan kita susu terbaik slapar apapun dia, dia yang bangun lebih awal untuk menafkahi kita sekantuk apapun dia, dia yang sedikit makan untuk kita, dia yang selalu memperhatikan apa yang kita mau, dia yang menghiraukan letihnya untuk kita, keringtnya yang harum untuk kita anaknya, untuk kita bayi kecilnya.

Ya Allah.. saya ..tidak tahu ya Allah.

Hingga sedewasa ini, semua yang saya lakukan hanya untuk dia ya Allah. Prestasi yang saya buat, lomba yang saya menangkan, pujian karena keberhasilan, uang, perguruan tinggi yang saya kejar, beasiswa, organisasi, pengetahuan, semuanya hanya untuk membuat dia tersenyum dan sedikit senang karena semua yang saya lakukaan. saya ingin sekali lagi bilang ibuuuuu, saya berhasil ini, alhamdulillah.. saya begitu merindukan tatapannya, tidak perlu senyumnya karena wajah letihnya sudah sangat indah bagi saya. Ibuu, umiiii, emaa… ini sangat menyesakkan. Ya Allah.

Ya Alllah..ya Allah.

Bagi siapapun yang berjuang sekarang untuk ibunya, yang jarang pulang karena kesibukannya, karena aktivitasnya, pulang dan peluklah ibumu dan berjanjilah untuk menjadi anak baik untuknya. Berbahagialah, bersyukurlah Allah masih memberikan waktu bagimu untuk melihat wajahnya.

2 thoughts on “ummi

  1. fahriiiii, my bro, gue gak tau harus bilang apa baca post lo ini..
    memang sudah putus urusan kita yang masih di dunia dengan mereka terkasih yang sudah kembali padaNya, tapi doa anak shalih selalu Allah dengarkan ^___^
    walaupun berat ngomong ini, kadang, gue bangga punya temen kaya lo😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s