biar jadi urusanku dan tuhanku

 

aku selalu berfikir lebih rumit dari orang lain
aku bahkan mengerutkan alisku saat tidur
aku tidak cepat melupakan apa yang kusampaikan sebelumnya
aku memikirkan apa yang orang lain sampaikan kepadaku

aku selalu khawatir kesalahan yang kulakukan
ada yang bertanya mengapa aku melakukan ini dan itu
untuk apa kesibukan
teman sejawatku biasanya hanya tersnyum

perasaan ini lebih bisa dirasakan bagi kami
kami menanggung perasaan sahabat-sahabat kami
lalu ada juga yang bertanya kenapa
dan aku juga biasanya hanya tersenyum tidak mampu menjawab

dulu aku memaknai tanggung jawab semampu aku memaknainya
tidak banyak emosi
lain dulu memang lain sekarang
aku sadar kelaparan akan dimaknai berbeda
kesenangan jadi relatif bagi bos dimobil mewah dengan pengumpul loak yang berkeliling disubuh hari

dari sini aku belajar lebih memaknai
memaknai setiap kejadian
setiap konflik
apa dulu soekarno semelankolis ini
sekarang aku paham mengapa banyak diantara mereka yang menulis puisi
perasann ini tidak bisa dibagi
apalagi diceritakan

baiknya memang begitu
biar ini jadi urusanku dengan Tuhanku.

Bogor, 15 Oktober 2012

One thought on “biar jadi urusanku dan tuhanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s