GLOBALISASI GENERASI VS GENERASI GLOBALISASI

Setiap generasi adalah masyarakat baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian dan mengembangkan karakter dan jati diri yang  sesuai zamannya. Peradaban global serta pergaulan internasional dewasa ini menuntut kita untuk lebih matang mempersiapkan diri. Sebuah peradaban dimana tidak ada sekat yang membatasi setiap pergaulan yang terjadi antar bangsa dan pesatnya berbagai informasi dan teknologi yang tumbuh diartikan sebagai sebuah proses yang disebut globalisasi. Peradaban yang dikenal sebagai “World as a global village” berimplikasi pada keharusan generasi yang berada didalamnya untuk lebih visioner meyiapkan diri mengahadapi peradaban yang tersajikan.

Semua tantangan yang muncul tidak bisa hanya diselesaikan oleh strategi-strategi yang disiapkan negara sebagai organisasi yang paling absah dalam proses adaptasi pada persaingan global. Beberapa literatur yang terbit pasca perang dingin seperti David Korten (1996), Kenichi Ohmae (1995), Mathew Horsman dan Andrew Marshal (1994) bahkan dengan tegas menyatakan bahwa negara-negara tidak relevan lagi untuk mengatasi persoalan global. Hal ini merupakan sebuah indikasi yang cukup kuat bagi para generasi muda didalamnya untuk mengambil peran profetik yang solutif dalam sebuah peradaban yang banyak menonjolkan gejala-gejala paradoksial yang hampi terjadi secara massif di berbagai dunia. Berbagai transformasi yang terjadi membawa kita pada sebuah kesimpulan bahwa diperlukan generasi yang tangguh mengahadapi rekontruksi besar-besaran dalam peradaban global yang terjadi.

Terdapat dua aspek yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya menyiapkan generasi yang adaptif serta progresif dalam menghadapi era globalisasi. Aspek pertama adalah segala sesuatunya yang berhubungan dengan prosedural, sedangkan aspek yang kedua berkenaan dengan aktor yang sebagai generasi yang disiapkan atau mereka-mereka yang menyiapkan dirinya. Kedua  faktor ini diistilahkan sebagai sebuah proses globalisasi generasi dan generasi globalisasi. Tahapan pertama meliputi berbagai proses yang berkaitan dengan segala prosedur yang dibutuhkan untuk menciptakan generasi yang adaptif serta progresif menghadapi globalisasi. Proses pada pengertian yang dimaksud berkaitan dengan semua keadaan, cara, strategi, serta kondisi yang memaksa generasi yang ingin bertahan pada peradaban global kedepan untuk menyiapkan diri mereka. Globalisasi memberikan paksaan dan tekanan kepada penghuninya untuk melakukan dan menguasasi berbagai kompetensi yang diperlukan untuk bertahan. Kondisi demikian akan berakhir kepada peng-globalisasi-an generasi yang akan bertahan  pada sebuah era yang universal dimana kompetensi mutlak diperlukan. Faktor kedua meliputi segala aspek yang berkenaan dengan aktor sebagai pelaku utama dari generasi yang hendak diciptakan. Fokus utama aspek ini menegaskan bahwa diperlukan sebuah kompetensi khusus dari tiap individu pada sebuah generasi yang ingin bertahan serta progresif pada pergaulan global. Kompetensi yang compatible dibutuhkan sebagai syarat perlu untuk para individu di sebuah generasi yang dihapakan adaptif serta progresif. Membaca proses perubahan dalam pergaulan masyarakat didapatkan bahwa secara alami masyarkat akan berada pada kondisi yang menjadikan efisiensi dan efektifitas sebagai parameter utama berhasilnya sebuah peradaban. Kompetensi khusus yang dimaksud diberikan untuk menjawab pertanyaan tentang cerminan prediksi pergaulan masyrakat global. Kompetensi ini juga berkaitan dengan mental, softskill, hardskill, dan berimplikasi pada penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan keunggulan yang menjadi faktor determinan dalam memenangkan persaingan serta pergaulan yang universal.

Kedua hal tersebut secara imperatif menjadi faktor yang menentukan dalam usaha memenangkan kompetisi global. Globalisasi generasi yang memaksa para aktor dalam sebuah generasi secara serta merta melahirkan generasi globalisi yang dalam pengertian ini adalah mereka, setiap individu, golongan, dan setiap lembaga yang telah mempersiapkan dirinya untuk bertahan. Kedua hal tersebut kemudian menjadi sebuah vektor yang diharapkan mampu menjadikan menjawab tantangan global serta mencetak generasi yang adaptif serta progresif dalam era globalisasi.

5 thoughts on “GLOBALISASI GENERASI VS GENERASI GLOBALISASI

  1. wah, gue jadi merasa perlu berbagi ilmu ni.. hahai, gaya..

    pengalaman gue bul, pas gue ujian bahasa Indonesia, bikin esai -_-
    yang pertama kali ditanya itu adalah, “tesis kamu apa?”
    Tesis itu adalah argumen yang lo mau sampein dalam esai lo, harus jelas tersurat dalam paragraf pertama. Supaya orang yang baca tau lo mau ngomongin apa.

    kedua, Operational definition dari istilah-istlah yang lo pake. Misalnya, visioner, globalisasi, dll. Gak semua orang ngerti istilah-istilah itu kan boy?

    Terus, maap kalo saya sok tau pak. Diparagraf pertama lo sebut tentang visioner2 gitu. Tapi diparagraf selanjutnya justru gak ada lagi, dan tergantikan dengan kata2 generasi global. Lo gak ngasih penjelasan kalo mereka itu sama, atau 2 hal yang berbeda, atau apa hubungannya antara mereka.

    tapi idenya keren bul. segitu dulu ahh..
    hehe..

    sekali lagi, maap kalo sok tau. Gue cuma lagi inget2 yang gue materi kuliah gue aja sebenernya c, hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s