Mendadak Melow

Mendadak Melow

Entah kapan, tapi saya pernah membaca sebuah artikel di yaho* yang isinya memuat sebuah penelitian tentang orang-orang yang melakukan aktivitas menyenangkan seperti menulis yang dapat menurunkan berat badannya dengan signifikan. Nah, berhubung sekarang berat badan saya sudah tidak begitu ideal seperti sediakala :D maka sepertinya hasil penelitian itu bisa saya lakukan.

Siapa yang pernah mendadak mellow, melankolis , atau apapun istilahnya. Saya kira saya termasuk beberapa orang yang sering mendadak melankolis dalam beberapa situasi. Siang ini di kampus setelah beberapa lama menunggu adik kelas menyelesaikan surat-surat yang harus saya tandatangani saya bergegas pulang ke kos, tetapi hujan ternyata sudah mulai deras dan sepertinya tidak mungkin untuk menerobos hujan saat itu khawatir pakaian yang nantinya basah atau kepala yang dapat pusing karena kehujanan karena saat itu saya tidak membawa payung. Jadilah saya memutuskan untuk menunggu sejenak hingga cukup reda.

Beberapa orang juga terlihat menunggu hujan disekitar saya sambil duduk-duduk, beberapa lagi terlihat seperti melamun diam dengan tatapan kosong melihat hujan. Saya tidak begitu memperhatikan selanjutnya, tapi saat itu saya teringat dengan sebuah dialog dalam film yang malamnya saya saksikan di rct*. Di film itu ada kalimat yang intinya seperti ini setelah diterjemahkan, “apakah kau pernah mendengar suara dunia,” hmp, kalimat ini kemudian membuat saya diam sejenak, lalu mata saya tertuju pada hujan didepan saya. Entah bagaimana prosesnya tapi setelah itu pikiran saya seperti kehilangan banyak kerumitan aktivitas yang sebelumnya saya pikirkan, bukan bermaksud melebihkan tulisan pada bagian ini tapi hujan didepan yang saya lihat seperti terdengar fokus, suaranya keras bahkan terasa tidak ada suara lagi yang saya dengar selain suara jatuhan hujan yang tetes demi tetes airnya bisa saya dengar, suaranya terdengar jelas, juga dengan airnya. Perasaan seperti ini begitu cepat entah kapan mulainya lalu berakhir begitu saja.

Apa itu yang yang biasa disebut perasaan mellow, sama seperti saat beberapa orang yang sangat menghayati lirik lagu yang didengarnya hingga setelah itu dia bisa menulis puisi, atau sekedar update status tentang kegalauan hatinya mengingat orang yang pernah membuatnya sakit hati (bukan curhat :D ). Dalam kejadian lain yang saya alami, saya pernah menyelesaikan 3 buah puisi secara langsung saat salah seorang yang cukup baik bagi saya pindah sekolah ketika sma dulu. Begitu emosional saya kira yang saya ingat, apa ini yang diebut mellow atau melankolis. Saya jadi berfikir apakah para puitisi handal yang membuat puisi-puisi yang banyak mendapat pujian banyak orang juga melakukan hal ini. Mereka menghayati setiap hujan yang turun, melihat dari sisi lain anak-anak sma yang pulang dan ceria di pinggir-pinggir jalan, memperhatikan betul suara angin malam yang sunyi lalu membuat puisi tentang itu semua. Yang jelas memang saat itu perasaan yang saya alami cukup berbeda, setiap kata yang ditulis tidak perduli bagaimanapun susunan kalimatnya seperti mewakili banyak emosi yang ditulis. Mungkin ini yang dicari banyak orang ketika mereka bersusah payah mendaki gunung hanya untuk sekadar diam memandangi pohon-pohon edelweis disana, atau kadang yang kita juga lakukan menantikan matahari terbenam sambil diam di pinggir pantai. Merasakan.

Apakah perasaan sejenis ini yang kadang membuat orang bisa lebih kreatif dari sebelumnya, atau buruknya beberapa orang yang melakukan hal-hal konyol setelahnya. Bukan itu intinya, bagi saya tidak penting untuk tahu betul apa namanya, jenis perasaan apa ini, bagimana seharusnya, saya lebih menyukai untuk sekedar merasakannya. Sekadar merasakan hal yang jarang kita rasakan sepertinya cukup menyenagkan. Tidak perlu membuat puisi setelahnya, atau calon lirik lagu, yang jelas ini menyenagkan. Saya rasa setiap orang juga pernah merasakannya, tapi saya tidak tahu berapa banyak yang menikmatinya. Menjadi mellow bukan kesalahan, menjadi mellow itu merasakan :D

[Tugas IMK] Review dan Contoh website dengan kriteria “Top 10 Mistakes in Web Design”

Ananlisis dan Contoh  10 Kesalahan yang Paling Sering Terjadi dalam Web Design

Dalam sebuah Alertbox yang pernah ditulis oleh Jacob Neilsen pada artikel yang terdapat di http://www.useit.com/alertbox/9605.html, disana terdapat aturan mengenai 10 kesalahan pembuatan web design yang paling sering dilakukan. Berikut adalah ke 10 hal tersebut dengan masing-masing contoh yang diberikan.

1. Bad Search (sistem pencarian yang buruk).

Pencarian yang buruk disini lebih kepada bagaimana sebuah web mampu menampilkan hasil pencarian yang kita inginkan meskipun kata kunci yang kita masukan salah ejaannya. Kita bisa lihat contoh perbaikan kasus ini pada website-website pencari yang sudah terkenal. Misalnya pada website telkomsel dibawah ini.

Pada contoh ini, saya memasukan kata kunci “telkomflah” pada pencarian di website telkomsel. Hasil yang keluar adalah “no result for telkomflah”. Pada kasus ini kita lihat bahwa meskipun ada di website resmi seharusnya mempu menampilkan informasi mengenai telkomflash, namun jika salah sedikit saja memasukan kata kunci maka tidak ada hasil yang keluar. Hal ini cukup fatal karena bisa jadi pengguna yang melakukan pencarian memang tidak mengetahui dengan benar ejaan dari produk yang diinginkan.

Website yang baik seharusnya mampu memberikan notice jika kata kunci yang kita masukan kurang tepat atau tidak dengan ejaan yang benar. Sehingga ketika pengguna salah memasukan kata kunci pengguna masih bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Berikut ditampilkan website yang sudah mendukung pencarian yang baik dengan merekomendasikan pencarian yang dilakukan.

 

Contoh pencarian yang baik dengan rekomendasi kata yang dimasukan pada website pencari ask.com dan google.com

 

2. PDF Files for Online Reading (menggunakan format PDF untuk halaman yang dibaca online)

Salah satu hal yang mengganggu pengguna ketika hendak membaca sebuah artikel pada sebuah website adalah ketika link yang dituju malah membuka sebuah membuka artikel yang kita baca dalam format pdf. Bagi para pengguna dengan user experience rendah hal ini mungkin sering terjadi jika  link yang dituju malah mengantarkannya ke sebuah hal pdf yang dibaca dan harus di download untuk membacanya pada website-website penyedia dokumen-dokumen seperti dostoc.com dan  scribd.com. pengguna pemula kemungkinan besar akan langsung keluar dari halaman dan melakukan pencarian lain. Tapi ada juga website yang langsung membuka file dalam bentuk pdf pada saat kita membaca sebuah artikel seperti pada google docs.

Pada contoh diatas, pengguna harus membaca file yang diinginkan dalam bentuk pdf yang sudah secara langsung dibuka oleh google docs. Hal ini cukup bermasalah karena pada beberpa browser yang belum ter-plug­-in pembaca pdf bisa saja artikel tersebut tidak mucul. Masalah kedua adalah kenyamanan yang didapat pengguna, ketika yang muncul adalah file dalam bentuk pdf sebetulnya ketika pencarian pengguna bisa saja tidak membutuhkan semua informasi pada file pdf tersebut melainkan hanya sebagian saja pada halaman tertentu, tentunya hal ini akan sangat mengganggu jika halaman yang ditampilkan langsung dalam bentuk pdf.

 

3. Not Changing the Color of Visited Links (tidak mengganti warna dari link yang sudah dikunjungi)

Kesalahan lain hasil pencarian yang memunculkan  banyak daftar link adalah ketika tidak ada perubahan warna pada link yang pernah pengguna kunjungi. Perubahan warna tersebut dimaksudkan agar pengguna mengetahui bahwa link yang warnanya sudah berubah berarti sudah pernah dikunjungi oleh pengguna. Tujuannya adalah agar pengguna tidak mengulangi mengunjungi halaman yang pernah dikunjungi, tentunya hal ini hanya akan membuang waktu pengguna dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Jika suatu saat pengguna menemukan hasil pencarian yang begitu banyak dan tidak ada perubahan warna pada daftar title link, bisa dibayangkan kesulitan dalam pencarian yang dilakukan dan efisiensi waktu yang terbuang dalam mencari informasi.

Contoh pada hasil pencarian website bps.go.id yang tidak merubah warna link pada title yang pernah dikunjungi

4. Non-Scannable Text (text yang susah dibaca sekilas)

Pada kasus ini sebenarnya saya lebih melihat dari kasus wesite-website yang cukup buruk mengatur elemen-elemen web mulai dari warna, font, penempatan text dan antarmuka yang langsung dapat dilihat pengguna. Contoh yang saya ambil adalah website prides-online.com. berikut gambarnya.

 

 

Situs ini merupakan sebuah web komunitas yang mengizinkan anggotanya memiliki semacam footer signature. Namun yang menjadi masalah ternyata penulisannya dibebaskan kepada anggota forum ini dan tidak ada pengaturan dari website tersbut. Maka bisa dilihat di atas penggunaan warna yang tidak match, dan beberapa warna yang tidak cukup baik dilihat.

Contoh footer signature ukuran besar dan rata tengah yang cukup mengganggu ketika membaca artikel.

5. Fixed Font Size (ukuran font yang tidak bisa diubah)

Teknologi css pada design web saat ini memang belum mendukung dalam merubah font pada website yang ada. Ukuran font yang tetap sebenarnya tidak begitu menjadi masalah ketika pengguna yang berkunjung ke halaman tersebut memiliki pandangan yang normal dalam artian sesuai ukuran manusia normal. Tapi yang perlu diantisipasi adalah ketika misalnya para lanjut usia yang mengakses halaman tersebut dan penglihatannya sudah mulai terganggu maka akan menjadi masalah saaat pengguna tersebut hendak membaca sebagian font ukuran standart yang ada. Sebenarnya hal ini bisa disiasati dengan menggunakan ctrl + saat browser menampilkan halaman web. Sehingga tampilan akan zoom in sesuai keinginan pengguna. Itupun dengan catatan pengguna mengetahui cara zoom in  manual tersebut. Tapi ada hamper semua website berbasis flash tidak mendukung menggunakan ctrl + ini, sehingga informasi dengan ukuran font kecil misalnya tidak akan terbaca oleh pengguna lanjut usia atau pengguna yang memiliki gangguan penglihatan. Sehingga teknologi kedepan diharapkan css yang ada mampu memberikan fungsi khusus pembesaran font dengan segmentasi pengguna lanjut usia.

 

Ukuran font yang kecil pada bagian bawah yang tidak bisa terbaca jelas pada website orangedan.net.

6. Page Titles With Low Search Engine Visibility (title page yang diberi indeks rendah oleh Search Engine)

Beberapa website resmi pada sebuah perusahan biasanya memberikan welcome greeting pada homepage nya. Tapi yang sering dilupakan adalah designer biasanya memberikan tittle yang cukup panjang sehingga tidak tampil seluruhnya tittle tersebut. Penggunaan tittle seperti ini sebenarnya meruapakan salah satu dari title page yang diberi indeks rendah oleh Search Engine.

Berikut contohnya.

Contoh pada website pdambekasi.com

 

7. Anything That Looks Like an Advertisement (segala hal yang terlihat seperti iklan)

Kasus ini sering kita jumpai pada website-website jenis blog yang meletakan banner-banner iklan dan gambar-gambar dihalaman utama. Antarmuka seperti ini sangat mengganggu bagi pengguna dan juga justru malah merugikan website tersebut karena pengguna kemungkinan akan langsung meninggalkan website tersebut karena banyaknya banner.

 

8. Violating Design Conventions (melanggar kesepakatan desain)

Dalam pembuatan design, seringkali ditemukan sebuah website tidak konsisten menampilkan halaman webnya. Misalnya pada website-website iklan dan website penyedia jasa hosting. Ketika pengguna melakukan klik pada salah satu fitur web atau hasil pencarian, pengguna malah diarahkan ke sebuah website lain yang tidak berhubungan dengan website bersangkutan. Biasanya antarmuka website tersebut pun penuh dengan banner iklan dan tata letak yang membingungkan.

Berikut contohnya.

 

9. Opening New Browser Windows (membuka jendela browser baru)

Beberapa website memaksa pengguna membuka jendela browser baru ketika mengunjungi website tersebut. Contoh website yang saya ambil adalah ziddu.com, berikut gambarnya.

 

 

Ketika pengguna meng-klik kursornya pada bagian kotak tempat pengetikan password untuk men-unggah file, maka secara otomatis muncul jendela browserbaru yang berisi halaman yang tidak jelas. Biasanya secara pribadi saya akan langsung meng-close jendela baru itu karena sangat mengganggu pencarian.

Website kedua yang menjadi contoh adalah blogspot. Para penggun blog blogspot pasti pernah menambahkan widget pada blogspot, dan ketika pengguna meng-klik menu “add widget” maka jendela baru akan keluar yang berisi daftar widget atau gadget yang bisa kita tambahkan dalam blogspot kita.

 

10. Not Answering Users’ Questions (tidak menjawab pertanyaan pengguna)

Pada kasus ini kesalahan sebuah website terjadi karena tidak dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pengguna. Biasanya pertanyaan diberikan melalui fungsi search atau chatbox pada website. Jawaban atas pertanyaan pengguna menjadi sangat penting ketika pengguna benar-benar ingin tahu informasi mengenai pencarian yang dilakukan. Contoh yang saya ambil adalah website pam Jakarta yaitu palyja.co.id.

Pencarian saya lakukan dengan kata kunci tariff palyja, tapi hasil yang ditampilkan ternyata tidak ada. Padahal keyword ini cukup penting pada sebuah website official resmi palyja.

Demikian analisa yang diberikan semoga bermanfaat.

[TUGAS IMK] ANALISIS ANTAR MUKA PENCARIAN DAN HASIL PENCARIAN WEBSITE BPS.GO.ID

[TUGAS IMK] ANALISIS ANTARMUKA PENCARIAN WEBSITE BPS.GO.ID

Fungsi pencarian merupakan hal yang cukup penting yang harus dimiliki sebuah website. Tulisan ini bertujuan menganalisa antarmuka pencarian dan hasil pencarian (SERP) pada website http://www.bps.go.id. Pencarian yang dilakukan bisa bersumber dari database website tersebut, juga bisa dari website pencari lain dan memasukananya pada hasil pencarian website yang digunakan. Pada website http://www.bps.go.id yang dianalisa, pencarian dilakukan lewat  query yang dimasukkan dan hanya mengambil data dari database lokal website tersebut. Berikut tampilan homepage dari website yang akan di anlisa.

Dalam menganalisa search usability, sebenarnya banyak aturan yang menjadi bahan diskusi para peneliti antarmuka. Namun definisi penting mengenai pencarian yang cukup baik untuk dikutip yaitu “Search is the user’s lifeline for mastering complex websites. The best designs offer a simple search box on the home page and play down advanced search and scoping” (Jakob Nielsen’s Alertbox 2003). Dalam menganalisa website http://www.bps.go.id, asumsi yang saya gunakan adalah pengguna website bps yang melakukan pencarian merupakan pengguna yang sengaja mengunjungi website ini untuk mendapatkan infromasi. Artinya pengguna sudah tahu apa yang ingin pengguna dapatkan dalam hasil pencarian.

Penentuan segmentasi pengguna merupakan hal yang sangat penting kaitannya dengan usability. Dikarenakan pentingnya pengalaman pengguna dalam memanfaatkan fungsi-fungsi dalam pencarian. What matters, though, is not the implementation, but the user experience (Jakob Nielsen’s Alertbox 2003).

PENEMPATAN KOTAK PENCARIAN

Dari segi antarmuka, hal pertama yang cukup mengganggu  bagi saya adalah penempatan kotak pencarian dan beberapa menu diatasnya.

Dari aspek penempatan sebuah  menu atau fungsi dalam sebuah website, penempatan yang dilakukan cukup mengganggu. Hal ini memang cukup subjektif, tapi saya kira bisa dibuat lebih proporsional. Pertanyaannya adalah mengapa designer tidak menempatkannya merapat ke pojok kiri. Kita lihat kotak pencari terletak tidak menjorok ke kanan, tidak tengah, malainkan menempatkan kotak pencarian di daerah tersebut. Coba kita perhatikan beberapa website pembanding yang saya dapatkan.

Gambar kotak pencari pada website http://www.tvonenews.tv/

 Gambar kotak pencari pada website http://www.dpr.go.id

Sekilas terlihat memang bukan menjadi suatu masalah berarti, hanya saja secara estetika bagi saya kurang cukup baik, maka bisa dimodifikasi dengan merubah letak kotak tersebut menjadi menjorok ke kanan seperti berikut.

Selanjutnya kita bisa lihat pada kotak pencarian, antarmuka pada kotak pencarian menggunakan sebuah kotak dengan button  “CARI” yang menunjukan bahwa ditempat itulah pengguna bisa memasukan Kata kunci lalu klik button “CARI” pada bagian kanan. Pada beberapa website lain, bisanya ditambahkan sebuah kata “cari”, “pencarian”, “search here” dan kata lain untuk memudahkan pengguna bahwa di kotak itulah Kata kunci dimasukkan.  Namun bagi bagi banyak pengguna hal ini sudah cukup familiar, sehingga tidak perlu perbaikan pada bagian tersebut. Namun bisa saja jika kita tambahkan kata “cari” pada kotak pencari untuk memudahkan, maka hasilnya akan menjadi seperti ini.

Pada bagian ini saya sengaja menghilangkan button “CARI” dan menggantinya menjadi sebuah icon pencarian yang sudah dikenal banyak pengguna. Alasannya adalah ketika menambahkan kata cari pada kotak pencarian sengan button “CARI”, maka akan ada dua buah kata cari pada kotak pencarian, saya kira antarmuka seperti itu tidak cukup bagus digunakan.

 Berikut gambar yang dimaksud:

HASIL PENCARIAN PERTAMA TANPA KATA KUNCI APAPUN

Hal pertama yang coba saya lakukan adalah melakukan pencarian tanpa memasukan kata apapun dalam kotak pencarian, dan hasilnya sebagai berikut.

Pada gambar ternyata hasil pencarian yang dihasilkan tanpa memasukkan Kata kunci apapun kedalam kotak pencarian adalah mengeluarkan semua isi database pada 4 tabel berbeda. Kita bisa perhatikan pencarian mengeluarkan semua isi database pada tabel yang disediakan.

Saya tidak menyalahkan perancang antarmuka dalam kasus ini, karena hal ini merupakan kesalahan pada back end web programmer dalam pemrograman yang dilakukan.

Dari aspek antar muka, seharusnya ketika tidak ada Kata kunci apapun yang masukkan, sebaiknya website memberikan notice kepada pengguna agar memasukan sebuah kata kunci dalam pencarian. Berikut design antarmuka setelah dimodifikasi.

Untuk memudahkan pencarian selanjutnya tanpa kembali, diberikan sebuah kotak pencari di bawah notice sehingga pengguna dapat melanjutkan pencarian pada kotak tersebut.

HASIL PENCARIAN TANPA HASIL PENCARIAN

Kemudian, pencarian saya lanjutkan dengan memasukan kata kunci yang salah, atau tidak menghasilkan apapun dalam pencarian. Kata kunci yang digunakan adalah “persiden Indonesia”. Maka hasil yang keluar seperti pada gambar dibawah.

 

Hasil yang keluar hanya terdapat 4 tabel tanpa keterangan apapun dari hasil tersebut. Tidak ada keterangan apakah pencarian yang kita lakukan berhasil atau tidak. Tidak ada keterangan bahwa hasil pencarian tersebut meruapakn hasil pencarian dengan kata kunci yang kita gunakan, sehingga pengguna tidak tahu apakah pencarian berhasil atau tidak dilakukan. Hal ini sungguh buruk bagi sebuah pencarian yang dilakukan pengguna ketika pengguna hendak mendapatkan informasi tentang kata kunci yang digunakan dari website tersebut. Dalam penelitian mengenai fasilitas pencarian yang dilakukan Jacob Neilson 2003, hampir semua pengguna membutuhkan kepastian atau informasi yang jelas dari hasil pencariannya, sehingga informasi mengenai hasil pencarian juga diperlukan. Maka antarmuka pada website ini pada halaman hasil pencarian tanpa hasil bisa dimodifikasi menjadi seperti berikut.

 

PENCARIAN DENGAN KATA KUNCI PRESIDEN

Pencarian saya lanjutkan dengan melakukan pencarian dengan menggunakan kata kunci “presiden”.  Hasil pencarian yang saya dapatkan sebagai berikut.

Sekali lagi, hal pertama yang menjadi masalah adalah hasil ini tidak memperlihatkan bahwa hasil yang keluar merupakan hasil pencarian dari kata kunci yang kita masukan, tidak ada keterangan jumlah halaman atau artikel yang ditemukan, dan waktu yang dibutuhkan. Beberapa referensi yang saya maksud dengan keterangan di atas sebagai berikut.

 PERBAIKAN PENAMBAHAN KATA KUNCI

maka perbaikan yang saya lakukan pada website bps seperti berikut.

Beberapa kesalahan selanjutnya yang saya temukan sebagai berikut dalam hasil pencarian

PERBAIKAN WARNA LINK DAN WARNA LINK YANG TELAH DIKUNJUNGI

Antarmuka selanjutnya yang saya analisa adalah warna pada bagian kalimat yang link-able. Tidak ada perbedaan warna ataupun besar font yang berbeda antara judul artikel yang bisa di klik maupun 2 baris kalimat yangberhubungan dengan kata pada pencarian yang dilakukan. Pada website ini judul artikel yang bisa link-able  hanya dibedakan dengan mem-blok bagian tersebut menjadi warna hitam dan font nya yang berubah menajadi putih untuk membedakan. Tentunya bagi pengguna hal ini tidak cukup bagus karena sekilas ketika kita belum mengarahkan cursor kita kebagian tersebut tidak ada perbedaan yang terlihat antar kalimat dan judul.

Maka perbaikan yang saya lakukan pada bagian tersebut seperti berikut.

PENAMBAHAN MENU OPTION PADA PENCARIAN

Pada website bps ini, hasil pencarian terbagi menjadi 4 kategori, yaitu Berita Resmi Statistik, Berita BPS, Publikasi dan Tabel. Kemudian pada tiap tabel terdapat judul masing-masig ketegori.

Menurut saya pembagian dengan tabel dimaksudkan untuk memudahkan pengguna mendapatkan informasi yang diinginkan pada hasil pencarian. Misalnya ketika pengguna menginginkan hasil pencarian dalam bentuk tabel hasil analisa data bps maka pengguna akan langsung menuju ke bagian tabel pada hasil pencarian. Tapi saya kira hal ini tidak cukup efisien digunakan, misalnya ketika pengguna hanya ingin mendapatkan hasil pencarian dalam bentuk tabel, maka apakah perlu pencarian juga mengeluarkan hasil pencarian yang berupa publikasi atau berita resmi statistik. Maka sebaiknya antarmuka yang digunakan bisa menggunakan menu option sebagai pengkhususan pencarian yang digunakan dengan asumsi pengguna yang saya sampaikan pada bagian awal.

PENGHAPUSAN TABEL DAN JUDUL PADA TABEL

Pada hasil perbaikan di atas, hal yang masih mengganggu bagi saya adalah penggunaan tabel dan judul pada tabel. Ketika sudah ada pengkhususan hasil pencarian menggunakan menu option, maka tabel tidak lagi diperlukan mengingat fungsi awal penggunaan tabel. Kemudian penggunaan judul tabel menurut saya pada tabel diatas tidak memiliki fungsi yang jelas.  Hasil pencarian berupa link dan 2 baris kalimat yang berhubungan dengan kata pencarian, sehingga JUDUL tersebut tidak menunjukan apapun pada tabel, maka bisa kita hilangkan.

Design perbaikan dengan menghilangkan tabel dan judul

PENAMBAHAN TOTAL PENCARIAN DAN NAVIGASI PINDAH PAGE

Antarmuka hasil pencarian yang baik tentunya mampu memberikan informasi bagi pengguna dengan mudah dan cepat. Pengguna harus tahu berapa jumlah link dan page pada halaman hasil pencarian sehingga pengguna dapat degan cepat mengetahui misalnya jika kata kunci yang dimasukan terlalu umum atau kesalahan pencarian lain. Maka untuk memudahkan pengguna dibutuhkan navigasi page yang menginformasikan berapa page lagi hasil pencarian informasi yang harus dibuka pengguna.

Pada design sebelumnya, maka ditambahkan navigasi sebagai berikut.

Gambar hasil perbaikan. Misal menu yang dipilih Berita Resmi Statistik. Perhatikan kembali gambar sebelum dimodifikasi

First Results Page is Golden, fungsi ini juga dimaksudkan memperingkas hasil pencarian pada hasil pencarian sehingga penggguna dapat dengan mudah mencari artikel mana yang mampu memberikan informasi ke pengguna.

PEMBERIAN TANDA BLOK PADA KATA YANG TERKAIT PENCARIAN

Cara lain yang digunakan untuk memudahkan pencarian bagi pengguna adalah dengan memberikan tanda khusus dalam kata hasil pencarian yang berhubungan dengan kata yang dicari. Hal ini tentu saja memudahkan dalam pencarian pengguna ketika dengan cepat melihat sekilas link mana yang kemudian akan dikunjungi.

Sehingga penambahan blok diperlukan, maka berikut gambar hasilnya.

Gambar setelah ditambahkan blok, menu option yang dropdown masih ditunjukan agar diketahui dapat melakukan pilihan kategori.

HASIL PENCARIAN PADA TABEL

Pencarian yang dilakukan pada bagian tabel ketika memasukan kata kunci presiden mengeluarkan hasil berupa sebuah link. Tapi ketika pengguna mengunjungi link tersebut ternyata pengguna tidak langsung mendapatkan hasil data tabel yang diinginkan, meliankan mengarahkan pengguna ke sebuah hasil pencarian dihalaman lain.

Berikut gambarnya.

Ketika saya melihat link ini, saya yakin bahwa saya akan mendapatkan tabel berisi hasil perhitungan suara pada pemilihan presiden, tapi kemudian link ini ternyata membuka tab baru dan menampilkan beberapa hasil pencarian tabel lain.

Pada gambar terdapat menu option yang berisi menu yang sama persis dengan menu disamping yang ditunjuk dengan panah merah. Menu option ini mungkin digunakan untuk menginformasikan kepada pengguna bahwa daftar tabel yang keluar dari hasil pencarian termasuk dalam salah satu kategori menu di samping kiri. Namun saya kira hal ini tidak diperlukan, karena pengguna sudah tahu ketika pengguna menggunakan kata kunci “telpon” misalnya maka kata itu termasuk pada kategori komunikasi. Selain itu, tabel awal yang dimunculkan untuk menampilkan daftar tabel ini tidak sama sekali berhubungan. Coba kita lihat lagi tabel awalnya.

Setelah di klik daftar tabel yang muncul.

Menu konsep dan metodologi yang muncul diatas tidak begitu jelas fungsinya. Setelah di klik maka hanya menghilangkan daftar tabel pencarian awal. Sementara menu daftar tabel, setelah di klik hanya menampilkan halaman yang sama dengan sebelumnya. Berikut gambarnya.

Tabel dan menu yang keluar seperti ini tidak diperlukan, karena ketika pengguna melihat link hasil pencarian, maka seharusnya secepat mungkin link tersebut menunjukan hasil pencarian yang dibutuhkan.

 Hasil pencarian pada link di daftar tabel.

Demikian analisa antarmuka pencarian dan hasil pencarian yang dilakukan, semoga bisa menjadi koreksi perbaikan.

Hasil akhir modifikasi antarmuka pencarian dan hasil pencarian website http://www.bps.go.id.

Daftar pustaka

Anonym. 2011. http://www.getelastic.com/advanced-search-usability.html. (23 Oktober  2011)

Indaizy, B. 2007. BAB 2 USABILITY.  http://indaizy.wordpress.com/tugas-akhir-imk-g14052001/bab-2-usability.html.  (23 Oktober  2011)

Nielsen, Jacob. 2011. Fundamental Guidelines for Web Usability. http://www.nngroup.com/events/tutorials/usability.html. (23 Oktober  2011)

Nielsen, Jacob.  2003. Employee Directory Search: Resolving Conflicting Usability Guidelines. http://www.useit.com/alertbox/20030224.html. (23 Oktober  2011)

Penzo , Matteo . 2006. Evaluating the Usability of Search Forms Using Eyetracking: A Practical Approach. http://www.uxmatters.com/mt/archives/2006/01/evaluating-the-usability-of-search-forms-using-eyetracking-a-practical-approach.php. (23 Oktober  2011)

Shari Thurow. 2007. Understanding Search Usability. http://searchengineland.com/understanding-search-usability-12593.html. ( 23 Oktober  2011)

Rasa

hidup ini memang penuh cerita

penuh cinta

penuh luka

penuh ceria.

 

kita tak pernah tau bagian mana dalam hidup ini yang mengarah kesana.

kapan, dan dimana.

setelah menyaksikan adegan cinta, semua kata dan fikiran ini ke arah sana.

semua berubah menjadi indah.

setelah terluka, semua juga berubah menjadi duri.

 

apa kita terlalu ceroboh hingga cepat berubah,

tidak.

rasanya memang seperti ini.

sejak pertama kita menangis hingga dinangisi kelak.

yang benar rasanya bukan mereka yang tak pernah luka,

bukan mereka yang memerah saat jatuh cinta

mereka yang bahagia,

mereka yang tau kapan harus memerah, menghitam, membiru di saat dan suasanana yang seharusnya.

Di-ADA-ADA-Kan Sajalah..

saat ini semua orang penuh dengan kecurigaan.

kita tak tahu kepada siapa lagi kebenaran bersandar di dunia.

ada ayah yang memperkosa anak kandungnya

ada ibu yang membuang janinnya

ada polisi yang mengedarkan ganja

ada wakil rakyat yang korupsi

ada pejabat yang tak mau di kritik

ada guru yang mengajarkan siswanya mencontek untuk lulus

ada poligami yang dikutuk seakan lebih jahat dari pemerkosaan

ada wanita yang bangga memamerkan tubuhnya

ada tokoh agama yang saling menghujat

ada mahasiswa yang berperang dengan polisi

ada dosen yang hanya mengajar

ada bom yang meledak di tempat ibadah

ada artis yang saling menghina

ada penjara yang bisa dibeli

ada vonis yang bisa dipesan

ada skor bola yang bisa diatur

ada pesawat yang sering jatuh

ada orang miskin yang mati

ada sekolah yang tak layak huni

ada anggaran yang melimpah untuk gedung baru

ada siswa sd yang mencabuli temanya

ada balita merokok

ada pencuri di barisan sholat siap menunggu

ada janin yang tak punya ayah

ada sinetron pencabulan

ada film pemerkosaan setan

ada demonstrasi di lapindo

ada mayat ditempat bencana

ada sepak bola yang makin kacau

ada politisi yang tak akur

ada presiden yang mendapatkan penghargaan.

ada oknum.

semua salah oknum. bukan salah mereka.

semoga semuanya hanya oknum.

oknum pejabat

oknum parpol

oknum mahasiswa

oknum artis

oknum guru

oknum wakil rakyat

oknum polisi

oknum sipir

oknum tokoh agama

oknum sutradara

oknum artis.

oknum presiden?

……

 

Bogor. 2 mei 2011

 

TUGAS IMK : [IDE] Implementasi QR-Code menggunakan Stiker Integrated QR-code Bagi kendaraan bermotor sebagai solusi pembatasan penggunaan BBM di Indonesia

TUGAS IMK : [IDE] Implementasi QR-Code menggunakan Stiker Integrated QR-code Bagi kendaraan bermotor sebagai solusi pembatasan penggunaan BBM di Indonesia

 

Kondisi BBM dan Energi di Indonesia

Indonesia merupakan Negara yang diakui oleh dunia memiliki kekeyaan alam yang melimpah di dunia. Termasuk kekayaan energy dan bahan bakar minyak yang menjadi urat nadi transportasi di Indonesia yang belum memanfaatkan banyaknya energy terbarukan dan nuklir yang mulai dilirik Negara maju lain.
Kenaikan harga minyak dunia mengakibatkan peningkatan besaran subsidi sehingga membebani APBN. Pemerintah mengatakan bahwa Pengurangan subsidi dapat dilakukan dengan cara mengurangi volume BBM, menetapkan harga patokan yang tepat dan upaya terakhir dengan rasionalisasi harga BBM. Selama ini, penyediaan BBM jenis tertentu volumenya dibatasi dengan kuota, tetapi penjualannya dilakukan secara terbuka sehingga dinikmati pula oleh masyarakat yang seharusnya tidak menerima subsidi. Tapi dalam implementasinya ditemukan banyak masalah yag terjadi terutama dalam pendistribusian yang dilakukan. BPH Migas telah menemukan adanya ketidak wajaran penyaluran BBM bersubsidi setara 40 persen dari total distribusi di 13 provinsi. (inilah.com SELASA, 26 OKTOBER 2010)

 

Kondisi APBN kaitannya dengan subsidi BBM

Setiap kenaikan harga minyak 1 dollar AS per barrel di atas asumsi akan menambah defisit APBN Rp 0,8 triliun. Belum lagi dengan lifting yang lebih rendah, defisit akan bertambah. Sebab, setiap lifting lebih rendah 10.000 barrel per hari dari target, penerimaan migas akan lebih rendah Rp 2,7 triliun.
Pada 2011, pendapatan negara dan hibah Rp 1.104,9 triliun, meningkat Rp 112,5 triliun atau 11,3 persen dibandingkan APBN Perubahan (APBN-P) 2010 yang sebagian besar didukung penerimaan perpajakan. Adapun total belanja negara diperkirakan Rp 1.229,6 triliun, naik Rp 103,4 triliun (9,2 persen) dari pagu belanja negara pada APBN-P 2010.
Dengan kondisi itu, defisit anggaran tahun 2011 akan mencapai Rp 124,7 triliun atau 1,8 persen terhadap PDB. Kenaikan defisit 0,2 poin persentase menjadi 2 persen akan menunjukkan adanya lonjakan anggaran belanja negara sebesar Rp 13,85 triliun dengan asumsi nominal PDB sebesar Rp 6.927,77 triliun.
Kenaikan harga minyak dunia juga akan menimbulkan dampak inflasi. Industri petrokimia yang menggunakan bahan baku minyak bumi dipastikan menaikkan harga produknya, seperti plastik dan serat nilon untuk tekstil.
Menkeu Agus Martowardojo mengatakan, kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional yang tidak diiringi oleh kenaikan produksi minyak mentah dalam negeri telah menyebabkan beban anggaran belanja meningkat.
(http://makassar.tribunnews.com/2011/03/07/harga-minyak-dunia-terus-melambung)

 

Solusi

APBN dan kebijakan mengenai subsidi BBM memang merupakan kebijakan yang paling tidak favorit dilangsungkan oleh semua presiden yang pernah menjabat di Indonesia. Hal ini terkait hajat hidup orang banyak dan kepentingan politik massa. Hal ini memang sudah disiasati oleh pemerintah melalui pembatasan pembelian BBM menggunakan stiker pembagian jenis BBM. Hal lain yang baru saja dilakukan pemerintah yaitu sosialisasi di setiap tempat pengisian BBM agar masyarakat kelas menengah dan menengah ke atas tidak membeli BBM yang disubsidi, melainkan membeli BBM jenis lain dengan harga yang tidak disubsidi tapi dengan kualitas oktan yang lebih baik. Hal lain yang bisa dilakukan adalah membatasi penggunaan BBM dengan menggunakan teknologi pembatasan BBM yang bisa di control denga jelas pada kendaraan. Tentunya pembatasan yang jelas dalam jangka panjang akan menghemat APBN dengan presentasi yang cukup tinggi mengingat besarnya APBN yang harus dikucurkan pemerintah untuk BBM.

 

Definisi QR-Code

Kode QR adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada tahun 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah dibaca oleh pemindai QR merupakan singkatan dari quick response atau respons cepat, yang sesuai dengan tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang. Kode QR telah mendapatkan standarisasi internasional dan standarisasi dari Jepang berupa ISO/IEC18004 dan JIS-X-0510 dan telah digunakan secara luas melalui ponsel di Jepang.

Awalnya kode QR digunakan untuk pelacakan kendaraan bagian di manufaktur, namun kini kode QR digunakan dalam konteks yang lebih luas, termasuk aplikasi komersial dan kemudahan pelacakan aplikasi berorientasi yang ditujukan untuk pengguna telepon selular. Di Jepang, penggunaan kode QR sangat populer, hampir semua jenis ponsel di Jepang bisa membaca kode QR sebab sebagian besar pengusaha di sana telah memilih kode QR sebagai alat tambahan dalam program promosi produknya, baik yang bergerak dalam perdagangan maupun dalam bidang jasa. Pada umumnya kode QR digunakan untuk menanamkan informasi alamat situs suatu perusahaan. Di Indonesia, kode QR pertama kali diperkenalkan oleh KOMPAS. Dengan adanya kode QR pada koran harian di Indonesia ini, pembaca mampu mengakses berita melalui ponselnya bahkan bisa memberi masukan atau opini ke reporter atau editor surat kabar tersebut. Kode QR memiliki kapasitas tinggi dalam data pengkodean, yaitu mampu menyimpan semua jenis data, seperti data numerik, data alphabetis, kanji,kana,hiragana,simbol,dan kode biner. Secara spesifik, kode QR mampu menyimpan data jenis numerik sampai dengan 7.089 karakter, data alphanumerik sampai dengan 4.296 karakter, kode binari sampai dengan 2.844 byte, dan huruf kanji sampai dengan 1.817 karakter. Selain itu kode QR memiliki tampilan yang lebih kecil daripada kode batang. Hal ini dikarenakan kode QR mampu menampung data secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis ukuran dari tampilannya gambar kode QR bisa hanya seperspuluh dari ukuran sebuah kode batang. Tidak hanya itu kode QR juga tahan terhadap kerusakan, sebab kode QR mampu memperbaiki kesalahan sampai dengan 30%. Oleh karena itu, walaupun sebagian simbol kode QR kotor ataupun rusak, data tetap dapat disimpan dan dibaca. Tiga tanda berbentuk persegi di tiga sudut memiliki fungsi agar simbol dapat dibaca dengan hasil yang sama dari sudut manapun sepanjang 360 derajat

Pemanfaatan QR-code di berbagai Bidang

Sejak kemunculannya, QR Code telah banyak diterapkan di berbagai bidang. Pemanfaatan tersebut banyak membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari karena keefektifannya dalam menyimpan data. Perusahaan periklanan dapat menyertakan QR Code dalam setiap media periklanannya. Dapat juga disertakan di dalam poster-poster yang biasa ada di bus, kereta, atau di mana saja. Selain itu, QR Code juga dapat menampung informasi mengenai kandungan nutrisi dari suatu produk makanan. Cukup dengan menambahkan QR Code di setiap kemasan makanan tersebut, konsumen bisa mendapatkan informasi secara lebih lengkap selain yang biasanya tertera pada kemasan makanan. Menu-menu makanan yang ditawarkan oleh sebuah restoran dapat dilihat menggunakan QR Code. Bahkan pernyataan bahwa restoran tersebut telah mendapat sertifikasi halal juga dapat dicantumkan di dalamnya. Beberapa perpustakaan pun dapat menambahkan informasi mengenai suatu buku cukup dengan memberikan QR Code di dalamnya. Selain itu, memungkinkan pula menambahkan QR Code sebagai link untuk mendowload e-book dari buku tersebut. Manfaat lainnya yaitu QR Code juga mampu menyimpan data-data pribadi mengenai seseorang. Seperti nama, alamat, nomor telepon, maupun biodata.

 

Pemanfaatan QR Code untuk pembatasan pembelian BBM

Untuk dapat membaca QR-code maka dibutuhkan sistem yang memiliki aplikasi pembaca kode QR dan memiliki akses internet GPRS atau WiFi atau 3G untuk menghubungkan sistem dengan situs data atau isi yang dituju via kode QR tersebut.

Sistem notifikasi QR-Code diletakkan di setiap pos tempat pengisian BBM di Pom Bensin. Sistem notifikasi terdiri atas layar LED dan aplikasi pembaca QR Code.
Tiang sensor yang terdapat pembaca QR Code tersebut akan mendeteksi stiker integrated QR Code yang dipasang di kaca depan mobil atau motor. Nantinya, di LED akan terpampang data kendaraan dan jatah BBM subsidi mobil tersebut.
Alat kedua adalah sistem operasi yang tertempel di dispenser SPBU tersebut. Sistem operasi tersebut dikendalikan oleh operator SPBU yang mengisi BBM kepada mobil tersebut. Dengan menggunakan sistem operasi tersebut, maka BBM yang dikeluarkan oleh dispenser tidak akan melebihi dari kuota BBM yang telah ditetapkan.
Sistem operasi terintegrasi dengan dispenser, sehingga kalau mengisi BBM melebihi kuota maka transaksi tidak akan terjadi. Terakhir adalah sistem kontrol yang diletakkan di kantor SPBU. Data-data kendaraan dan kuota BBM dimasukkan melalui sistem kontrol yang terintegrasi dengan sistem notifikasi dan sistem transaksi.
Misalnya, setelah kajian dilakukan oleh tim dari kementrian ESDM dan Komisi VII dilakukan dan menetapkan bahwa motor jenis A hanya boleh mengisi 10 liter perhari, jenis B 20 liter dan C 30 liter. Maka ketika sepeda motor A mengisi BBM di tempat pengisian maka setelah di scan stiker integrated QR Code yang terpasang dikendaraan sistem ini akan membaca keterangan yang ada di QR Code dan terhubung dengan database kendaraan sehingga ketika kuota pembelian BBM perhari telah tercapai konsumen diperbolehkan membeli BBM namun dengan harga nonsubsidi.
Contoh kuota 10 liter/hari

makiyah 78

ada anak muda yang bercerita tentang cinta dan tuhan
matanya melirik ke depan
tepat disamping bayangan pujaan
merusak konsentrasi

wudunya berubah jadi kebutuhan
menyejukkan
meski tetap berbayang-bayang
sholatnya juga diselipi bayangan
apa yang harus dijelaskan kepada tuhan
anak muda, tetap saja anak muda
yang teringat lagi-lagi surat kesayangan
surat makkiyah 78 ayat itu.

barisan-barisan rapih ayat suci berubah jadi candu
candu tambahan penenang

anak muda..tetap jadi anak muda
meski umur menua
tetap muda.